Ketua Apkasi Bantah Otonomi Daerah Gagal

INILAH.COM, Jakarta – Dengan adanya kemajuan di daerah otonomi, Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor membantah banyak daerah yang gagal dalam mensejahterakan rakyat karena tidak jelas parameternya.

Siapa yang mengatakan (otonomi daerah-red) gagal? Jika hanya ada beberapa saja, maka tidak bisa dikatakan gagal. Kita memiliki 399 kabupaten, 93 kota, dan 33 provinsi. Artinya, kalau ada satu atau dua daerah yang gagal, itu bukan ukuran kegagalan, papar Isran, Minggu (6/5/2012).

Dirinya mencontohkan, Kabupaten Kutai Timur mampu membangun sendiri rel kereta api, atau keberhasilan mikro di wilayahnya. Daerah saya misalnya, harus antri minimal 5 tahun baru dapat giliran. Dahulu, kuota tersebut kosong. Itu artinya ada perkembangan dan kemajuan ekonomi, katanya.

Kendati demikian untuk membuktikannya,Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang diketuai oleh Isran Noor bersiap menggelar international expo yang bakal diikuti sekitar 600 peserta guna menjaring investasi asing sekaligus membuktikan keberhasilan kebijakan otonomi daerah.

Isran Noor mengatakan mayoritas peserta expo merupakan pemerintah kabupaten yang sedang berkompetisi memberikan pelayanan tehadap investor.

Menurut dia, daerah menginginkan percepatan pembangunan sehingga mereka pasti akan memberi jaminan kepastian hukum kepada investor baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Saya yakin, saati ini para kepada daerah sedang berlomba meyakinkan investor, sebab jika tidak, daerahnya dapat dianggap tidak kondusif sebagai daerah investasi, ujar Isran.

Dijelaskannya, Apkasi juga tengah merancang rencana besar pembenahan daerah otonomi dan sekaligus konsep peningkatan daya saing daerah. Hal itu sedang kami bangun di Apkasi. Kami akan membantu daerah untuk segera membenahi diri agar investor mau datang ke daerah tersebut dengan memberikan pelayanan kemudahan dan pemberian intensif lainnya,” pungkasnya.[dit]

Sumber: http://nasional.inilah.com/read/detail/1858382/ketua-apkasi-bantah-otonomi-daerah-gagal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>